Selain memberikan motivasi kepada siswa, Didit juga berdialog langsung dengan para pelajar untuk mendengarkan aspirasi dan masukan mereka terkait permasalahan yang dihadapi di lingkungan sekolah. Beberapa siswa mengungkapkan tantangan yang mereka hadapi, seperti buruknya akses jalan menuju sekolah hingga permintaan penambahan kegiatan ekstrakulikuler sesuai minat siswa.

Sebagai tindak lanjut, ia segera merespon dengan langsung melakukan pengecekan lapangan dan menghubungi dinas terkait untuk menindaklanjuti hal itu. Termasuk juga terus berkomitmen untuk mengupayakan program-program yang dapat mendukung kegiatan positif bagi pelajar, seperti pelatihan keterampilan, pengembangan bakat, dan penyuluhan terkait bahaya kenakalan remaja.

“Dan tak lupa juga, kepada bapak-ibu guru, TPP sudah diamankan DPRD Bangka Belitung sehingga tidak ada pemangkasan,” tambah Didit.

Baca Juga  Masuk 4 Besar Desa Berketahanan Pangan dan Iklim, Kades Namang Diundang Jadi Narasumber di Makasar

Melalui kegiatan reses ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dapat semakin kuat dalam menciptakan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan bebas dari pengaruh buruk.*