Anak-anak tertawa di bawah bahaya
Bermain bebas di tengah asa yang sirna
Layangan mimpi terbang penuh warna
Namun angin kota kerap mencabut semua

Langit kota berwarna abu nan kelam
Bintang sembunyi di balik awan muram
Mentari hadir dengan sinar yang suram
Tak pernah berpamitan saat pulang tenggelam

Betapa teguh jiwamu wahai Jakarta
Namun langkah-langkahmu terus lelah jua
Kota yang hidup antara luka dan cinta
Pelangi harapan datang dalam doa

Semut manusia menari dalam laju waktu
Mengejar mimpi dalam hiruk yang pilu
Kadang harapan hanyut dalam rimbamu
Beton ini tegak meski haus akan teduhmu

Rimba beton, lambang gemerlap peradaban
Namun di dasar hatimu ada luka ketegaran
Kontradiksi megah penuh ujian kehidupan
Kau adalah saksi asa dan derita zaman

Baca Juga  Luka Berakar di Atas Kertas

Ahmad Gusairi, pengajar SMA Negeri 1 Toboali, Bangka Selatan.