“Mereka langsung kita minta praktek memilih sendiri mana data yang berat dan tidak, menganalisis dan membuat infografis yang menarik untuk di informasikan ke masyarakat,” ujarnya.

Heppy memaparkan, tahap penyusunan membuat infografik dimulai dari riset, menyusun naskah, membuat infografis dan mengecek kembali. Dalam meriset, kita harus memilih isu paling menarik dengan mencari dan melakukan cek data serta menentukan nara sumber.

Dalam menyusun naskah, utamakan judul, lead atau pendahuluan, gunakan SW1H, lakukan akurasi data. Setelah itu barulah membuat infografis, tentukan vocal point atau gambar utama, pilih elemen grafis yang sesuai dengan tata letak.

“Kemudian lakukan cek ulang, pastikan data benar, jangan malas, cek typo, gambar dan data apakah sesuai dengan alur dan mudah dibaca,” terang Heppy.

Baca Juga  Delik Aduan Penghinaan Presiden dalam KUHP Nasional Berseberangan dengan Perlindungan Martabat Negara dan Ancaman Kebebasan Berekspresi

Ia menambahkan, dalam memilih dan mengolah data, pilih dari sumber yang terpercaya seperti jurnal atau laporan yang dikeluarkan institusi resmi, jangan asal kutip. Cek sumbernya dari mana berasal, pilih data dan sesuaikan kebutuhan informasi apa yang ingin disampaikan, fokus dan jangan semua data ditampilkan.

“Bagaimana kita memvisualkan agar menarik, karena jika tidak menarik meski judulnya bombastis, tapi di infografis, sisi menariknya yang harus diambil,” ujarnya.

Dalam satu bulan Antara memproduksi lebih dari 100 infografis. Setiap hari ada 4-5 judul yang di tayangkan. Antara juga membuat semua rubrik, ada ekonomi, politik, hukum, internasional, olahraga, hiburan, kPOP dan jPOP juga.*