“Saat ini di Bangka Tengah sudah mempunyai instruktur Gasing yang juga menjadi trainer nasional. Pengimbasan metode Gasing kepada guru-guru di Bangka Tengah juga sudah berjalan dengan baik, namun dalam penerapannya ternyata tidak meniru apa yang kita bayangkan, tak semua guru bisa menerapkan metode ini,” ungkap Sihombing.

Selanjutnya, Arnacikalati selaku pelatih Gasing nasional yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah SDN 5 Simpangkatis menyampaikan kendala yang terjadi saat penerapan metode Gasing.

“Meningkatkan numerasi di Bangka Tengah memerlukan perjuangan dan proses, karena beralih ke hal yang baru itu sulit, terutama bagi para tenaga pendidik atau guru,” ujarnya.

“Jadi, memang kita harus berusaha keras untuk terus memberikan penguatan metode Gasing pada siswa Bangka Tengah,” tambah Arnacikalati yang saat ini mendapatkan beasiswa LPDP S2 Program Gasing Akademi di Universitas Pendidikan Indonesia.

Baca Juga  Air Mata di Ujung Malam Seribu Bulan

Tak hanya itu, Dio Andespa Putrika Dewi selaku guru Bahasa Inggris SMPN 1 Sungaiselan yang juga menjadi bagian dari Tim Penguatan Literasi Kabupaten Bangka Tengah menyampaikan gambaran umum literasi pada siswa di Bangka Tengah.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil rapor pendidikan, Bangka Tengah masih memiliki 26 sekolah sasaran, baik itu tingkat SD maupun SMP.

“Tahun lalu kami bersama Dindik Bateng sudah melakukan beberapa kegiatan terkait literasi. Saat ini literasi masih perlu untuk bergerak lagi, terutama untuk membiasakan dan memasyarakatkan literasi di sekolah, serta membiasakan literasi dalam pembelajaran dan asesmen,” ujarnya.

“Hal-hal inilah yang saat ini sedang diupayakan Dindik Bateng bekerja sama dengan kami para tim yang terlibat. Semoga nanti ada perbaikan pada rapor Bangka Tengah secara umum,” sambung Dio yang juga mendapatkan beasiswa master title di Columbia University.

Baca Juga  Tingkatkan Literasi Pelajar, Polsek Belinyu Bagikan Buku ke Sekolah

Adapun upaya dalam peningkatan numerasi yang telah dilakukan, yaitu asesmen numerasi, pelatihan Gasing kepada 623 siswa dan 401 guru tahun 2023-2024, olimpiade Gasing, serta pendampingan numerasi terhadap 24 SD dan 2 SMP yang mendapatkan nilai kurang pada Kompetensi Numerasi Tahun 2024.

Sedangkan, untuk peningkatan literasi sudah dilakukan upaya, yakni asesmen literasi, pelatihan penguatan literasi kepada 234 siswa dan 128 guru tahun 2024, penguatan lingkungan kaya teks, pemanfaatan buku bacaan berkualitas, serta pendampingan literasi terhadap 24 SD dan 2 SMP yang mendapatkan nilai kurang pada Kompetensi Literasi Tahun 2024