“Saya berusaha memadamkan api dengan ember, tapi api semakin besar. Saya akhirnya membobol dinding belakang kios untuk menyelamatkan keluarga,” tuturnya.

Syaiful menyebutkan, bahwa kebakaran ini menghanguskan barang-barang dagangan serta harta benda miliknya, termasuk dua unit motor, tiga unit ponsel, uang tunai sekitar Rp 30 juta, tabung gas, serta barang-barang elektronik dan furnitur. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 100 juta.

Nasib serupa juga dialami pemilik konter servis HP, Budi Ja’far, yang turut menjadi korban. Ia menaksir kerugiannya sekitar Rp 7-8 juta akibat peralatan servis dan ponsel bekas yang ikut terbakar.

Kapolresta Pangkalpinang, Kombes Pol Gatot Yulianto mengapresiasi upaya cepat dari tim pemadam kebakaran, yang berhasil mencegah api menjalar lebih luas.

Baca Juga  Klaim Maksimal Atasi Penanganan Lingkungan, Pemkot Pangkalpinang Optimis Raih penghargaan nasional Nirwasita Tantra 2022

“Petugas dari Damkar Kota Pangkalpinang berhasil memadamkan api dalam waktu sekitar satu jam. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material cukup besar,” jelasnya.

Gatot juga menambahkan, bahwa petugas masih mendalami penyebab pasti kebakaran. Dugaan awal mengarah pada korsleting atau percikan api dari motor yang menjadi sumber awal kebakaran.

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di lingkungan yang padat dengan barang yang mudah terbakar,” tutupnya.