“Sehingga kita masing-masing Instansi harus memiliki pola dan cara untuk menjaga serta menyelamatkan generasi muda kita dari bahaya geng motor ini,” sambungnya.

Jenderal bintang dua Polri ini juga menegaskan bahwa Kepolisian di Bangka Belitung telah memiliki konsep dan strategi dalam pemberantasan geng motor ini.

Seperti sosialisasi bahaya geng motor, permintaan dukungan Forkopimda, membuat surat bersama tolak geng motor, penegakkan hukum, pergelaran spanduk dan menghapus coretan serta deklarasi penolakan dan pembubaran geng motor.

Hendro juga meyakinkan dirinya siap memaparkan semua konsep yang dimiliki Polda Babel dalam membubarkan serta menolak segala aktivitas geng motor jika diperlukan. Sehingga Provinsi lain juga zero dari geng motor.

Baca Juga  Ini Pesan Kapolda Babel saat Apel Siaga Kamtibmas: Tingkatkan Patroli hingga Perkuat Sinergi

“Ini yang sudah kita laksanakan 1 bulan ini. Dan ini terus kita gaungkan se Bangka Belitung sampai tingkat Polres sehingga geng motor diwilayah Babel harus zero, tidak ada satupun sebagai komitmen kami menjaga pemuda di Babel,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hendro meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung Polda Babel dalam memberantas dan menolak geng motor yang ada di Provinsi Bangka Belitung.

“Mari kita jaga mereka karena masa depan ada ditangan mereka semuanya. Mereka bukan geng motor lagi tapi mereka adalah anak kita yang wajib dilindungi, dibimbing dan dibina untuk meraih masa depan,” pungkasnya.*