Begini Pengakuan Pengemudi Sedan yang Sebabkan Suami Istri asal Toboali Meninggal
Ia mengatakan, saat itu sedang dalam perjalanan dari Kota Pangkalpinang menuju Desa Nyelanding.
Warga asal Nyelading ini mengaku tidak terlalu kelihatan apa yang ada di depan jalan, termasuk apakah kedua pengendara motor menggunakan helm atau tidak.
“Tidak kelihatan juga, karena silau, mereka pakai helm bisa tidak. Karena matahari mulai muncul,” tuturnya.
Budianto juga sempat menghentikan seorang penjual sayur yang sedang lewat meminta pertolongan, agar bisa ikut membantu pengendara sepeda motor yang tertabrak.
“Kalau kecepatan saya, paling maksimal 80 (kilometer per jam), karena tidak deras (ngebut) juga saya. Saya sempat tidur dulu di Terentang atau Guntung, karena ngantuk, lalu jalan lagi,” katanya.
Secara pribadi, sebagai pihak yang terlibat kecelakaan, Budianto mengucap permohonan maaf yang dalam terhadap korban dan keluarga.
“Saya mohon maaf sebesar-besarnya, kepada keluarga dan korban yang saya tabrak. Mungkin sudah jalan saya, saya bingung juga mau bagaimana, saya merasa bersalah banget,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
