Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah terus mendukung dan berupaya, agar tradisi ruwah kubur ini bisa terus lestari hingga generasi-generasi selanjutnya.

Sementara itu, Kepala Desa Keretak, Ahmad Nurihsan bersyukur, karena perayaan tradisi ruwah kubur ini dapat berjalan dengan lancar serta meriah.

Ia juga turut mengundang masyarakat di luar Desa Keretak maupun Keretak Atas ikut hadir dan berkunjung ke rumah warga yang melakukan open house.

“Alhamdulillah, tradisi ruwah kubur ini berjalan dengan sangat meriah. Jadi, tradisi ruwah kubur ini sendiri kita mulai sejak pukul 05.30 wib, yang mana masyarakat awalnya ziarah ke kuburan, untuk melaksanakan kegiatan yasinan dan mendoakan para orangtua, saudara maupun kerabat yang sudah berpulang, dan terakhir Nganggung bersama di masjid” jelas Ahmad.

Baca Juga  Simpan 31 Paket Sabu di Pondok Kebun, Seorang Pemuda asal Keretak Diciduk Polisi

Disebutkan Ahmad, terdapat kurang lebih 1000 dulang yang sudah dipersiapkan pada tradisi ruwah kubur serta tablig akbar yang diisi dengan tausiyah oleh Ustaz H Kemas Mahmud di Masjid Al-Ihsan.

“Ruwah kubur ini tidak menyasar segala generasi, bagaimanapun ini adalah tradisi, budaya dan adat yang sudah turun temurun dari dulu serta memiliki banyak manfaat, jadi kita harapkan baik itu generasi tua maupun muda dapat saling merangkul dan bersemangat untuk melestarikan ini,” lanjutnya.

Mirhamza (42), warga Desa Keretak, mengungkapkan jika tradisi ruwah kubur ini sudah dilaksanakan dari dulu hingga sekarang. Ia berharap kegiatan tradisi ruwah kubur ini dapat terus semakin meriah, ditingkatkan hingga berlanjut.

Baca Juga  Mahasiswa UBB dan Warga Dusun Tanah Merah Semarakkan Maulid Nabi dengan Pawai Obor

“Dari saya lahir hingga sekarang, tradisi ini sudah ada dan berjalan terus menerus. Melalui tradisi ini juga kita bisa saling mengenal dan menyapa, baik itu yang tua maupun muda, sehingga harapannya kegiatan syiar ini dapat semakin ditingkatkan dan dimeriahkan,” imbuhnya.