“Untuk warga yang berumur 40 tahun ke atas lakukan pengecekan tensi, cek gula darah, asam urat, kolesterol dan lainnya. Jadi jika dalam keadaan normal-normal saja bearti tidak kita lakukan tindakan. Namun, jika ditemukan akan kita tindak lanjuti pemeriksaannya,” katanya.

Selain menargetkan 70 ribu penduduk Bangka Barat yang telah berusia 40 tahun ke atas. Rangkuti juga mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan kesehatan untuk seluruh warga Bangka Barat.

“Pemeriksaan ada kategori usia dimulai dari 1-5 tahun, 5-15 tahun, 15-40 tahun dan 40 tahun ke atas. Untuk usia 40 tahun ke atas menjadi prioritas utama, dengan target kurang lebih 70 ribu jiwa,” cetusnya.

Baca Juga  Begini Kronologi Insiden Nahas yang Menimpa Pasutri asal Desa Telak

Lanjut, ia menyebutkan untuk tidak mengganggu pasien yang sedang berobat di Puskesmas, pemeriksaan akan di adakan di Balai Desa setempat.

“Target kita adalah masyarakat yang sehat, bukan yang sedang sakit. Oleh karena itu, pemeriksaan akan dilakukan di Pustu atau Poskedses dan Balai Desa,” tuturnya.

Oleh karena itu, ia membeberkan pihaknya akan mengadakan rapat bersama unsur dinas terkait untuk menentukan lokasi pemeriksaan dan mobilisasi masyarakat pada tanggal 18 Februari 2025 mendatang.

Sementara itu, ia berharap dengan adanya program ini dapat membantu masyarakat yang selama ini jarang melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Kami ingin warga yang belum pernah memeriksa tensi, gula darah, atau kolesterol bisa mendapatkan pemeriksaan. Dengan begitu, mereka bisa menjaga pola hidup lebih sehat dan mencegah penyakit lebih dini,” tukasnya.

Baca Juga  PT Timah Tbk Bantu Sarana Ibadah ke Gereja Bathesda Mentok