Sementara, untuk jumlah sapi yang terdata saat ini ada 6894 ekor, dengan rincian 6.580 ekor sapi lokal dan 314 ekor sapi impor, dengan populasi terbanyak di Kecamatan Pangkalanbaru sebanyak 2.281 ekor sapi.

“Vaksinasi ini kita sebar di seluruh kecamatan, bahkan kita akan kembali mendapat 1000 dosis vaksin untuk kembali diberikan kepada sapi-sapi yang ada di Bangka Tengah.

“Terpenting, semua pelayanan kita gratis tanpa ada biaya apapun. Mulai dari vaksin, pengobatan sampai layanan konsultasi,” tuturnya.

Sementara itu, Rachmawati selalu dokter hewan DPKP menjelaskan, penyakit PMK ini memiliki penularan yang sangat tinggi, namun dengan resiko kematian hanya 5 persen.

“Jadi, memang PMK ini penularannya cepat dengan tingkat resiko kematian 5 persen. Namun, harus tetap waspada, maka dari itu vaksin diperlukan, bahkan kita sudah memberikan edukasi kepada peternak terkait langkah pencegahan dan perawatan,” terangnya.

Baca Juga  Polres Bangka Tengah Gelar Apel Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi 2025

Ia melanjutkan, jika sapi yang sudah terkena PMK harus diisolasi dan dilaporkan langsung dengan petugas, agar mendapatkan perawatan.

“Ciri-ciri sapi yang terkena PMK, dapat dilihat pada kaki dan mulut yang luka, berliur penuh, demam, lemas dan tidak mau makan. Maka dari itu, jika ada gejala langsung lapor ke kami, takutnya ada penyakit sekundernya yang membuat sapi makin parah sakitnya,” tandasnya.