“Mari kita jadikan momen ini sebagai langkah strategis untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, mengoptimalkan sistem manajemen keselamatan, dan pada akhirnya mendukung peningkatan produktivitas perusahaan secara berkelanjutan,” ucapnya.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Setiap langkah yang kita ambil harus selalu mengedepankan prinsip-prinsip K3, karena keselamatan bukan hanya tentang mematuhi aturan, melainkan juga tentang menjaga
nyawa dan kesehatan kita serta rekan-rekan kerja,” pesan Hendra.

Sementara itu, Koordinator Keselamatan Pertambangan Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Dwinanto Herlambang, menyampaikan apresiasi terlaksananya PJO Summit dan Bimbingan Teknis Keselamatan Pertambangan.

“Bulan K3 menjadi menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dan membentuk budaya K3. Pemerintah telah menetapkan standar tata kelola keselamatan Pertambangan yang sudah menjadi bagian dari praktik penambangan yang baik,” katanya,

Baca Juga  Tak Menyangka, Santri Tahfiz di Toboali Bersyukur Terima Bantuan Pendidikan dari PT Timah

Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya seremonial, tapi upaya bersama untuk meningkatkan kinerja keselamatan. Pemerintah mengajak semua pihak berkolaborasi dan sinergi dan berkontribusi sesuai peranan masing-masing untuk meningkatkan kinerja K3.

“Mari terus tingkatkan dedikasi untuk keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan di lingkungan kerja dengan melakukan inspeksi, pemeriksaan dan pengujian secara teliti dan konsisten serta penuh tanggung jawab,” pesannya.

Salah satu peserta PJO Summit dan Bimbingan Teknis Keselamatan Pertambangan Budi Suriansyah yang merupakan PJO dari CV Jaya Mandiri mengatakan bimbingan teknis ini sangat bermanfaat bagi mereka dalam melaksanakan tugas.

“Banyak manfaatnya, kita jadi tahu aturan-aturan terbarunya dan edukasi seperti ini memang harus rutin dilakukan agar kita bisa melaksanakan tugas degan semakin baik,” ucapnya. (*)

Baca Juga  Indriati Bawa Pulang Sepeda Motor pada Pekan Sehat HUT ke-49 PT Timah Tbk