“Selain acara adat, ruah kubur ini juga ajang mempererat tali silahturahmi antar masyarakat dan keluarga, dimana yang biasa sibuk ke kebun, sibuk kerja, sibuk merantau, semuanya pulang dan bertemu di Kuburan Perlang untuk membersihkan kuburan keluarga dan berdoa untuk sanak saudara yang sudah meninggal, ” terangnya.

“Jadi, kalau ruah kubur itu, perantau pulanglah. lihat kuburan saudara kamu di Perlang, agar terjaga dengan baik dan ada tempat untuk dituju saat pulang kampung. Apalagi kalau itu kuburan orangtua. Berikan doa terbaik untuk saudara dan orangtua kota,” lanjutnya.

Kades yang biasa disapa Roni Arabel itu juga menyebutkan, jika ruah kubur juga termasuk rasa syukur masyarakat bisa diberi kehidupan sampai hari ini untuk menyambut bulan Ramadan dan pengingat bahwa setiap manusia akan pulang ke pangkuan Yang Maha Kuasa.

Baca Juga  Angin Ribut Hantam 4 Rumah di Desa Perlang, Kades Salurkan Bantuan

“Selain ajang silaturahmi dan berdoa bersama, ruah kubur juga ajang pengingat kita terhadap kematian serta salah satu cara bersyukur kita bisa menyambut bulan yang mulia yakni bulan Ramadan. Itulah nilai penting adat ruah kubur yang kita pertahankan sampai saat ini,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat di luar Perlang untuk datang ke Kampung Kamen Perlang untuk merasakan suasana adat rumahan kubur di Desa Perlang dan akan disambut hangat oleh masyarakat Desa Wisata Perlang.