Anak di Bawah Umur di Koba Jadi Korban Penganiayaan Para Pemuda Mabuk
“Lebih baik menyerahkan diri, daripada dijemput, saya tidak ridho anak saya dibuat seperti ini,” ujar ibu korban, Selasa (18/2/2025).
Ia berharap, para pelaku dapat segera tertangkap dan dihukum atas perbuatannya.
“Anak saya dari lahir punya penyakit Thalasemia, anakku hidup diobat pakai darah orang, tranfusi darah, Alhamdulillah sampai sekarang sehat, ke sana ke sini berobat biar sehat, datang mereka ngentem (mukul – red) anak kami dari belakang, semoga segera tertangkap orang yang buat celaka anak kami,” harapnya.
Sementara itu, Kapolres Bangka Tengah, AKBP Pradana Aditya Nugraha membenarkan adanya laporan kasus penganiayaan di Kecamatan Koba.
“Benar ada laporannya, korban berinisial RS,” ujar AKBP Pradana Aditya saat dikonfirmasi, Selasa (18/2/2025).
Kata Kapolres Bangka Tengah, diduga ada sekitar 5 pelaku yang dilaporkan dan pihaknya masih mencari keberadaan pelaku.
“Sampai saat ini masih penyelidikan dan kita kejar para pelakunya,” pungkasnya.
