“Ini kami khawatirkan tidak efisien, sehingga kami mengadakan mobil dinas, tapi kalau Ketua DPRD tetap pakai mobil dinas yang lama,” ujarnya.

Sementara itu, rencana pengadaan gadget tablet guna menunjang kinerja anggota DPRD Bangka Tengah harus ditunda terlebih dahulu sampai ke anggaran perubahan atau tahun 2026.

Batianus menilai, sebenarnya pengadaan gadget tablet sebagai alat kerja anggota DPRD sangat mendukung efisiensi anggaran, karena menekan belanja Alat Tulis Kantor (ATK).

“Termasuk Kementerian Keuangan meminta belanja ATK alat tulis dihapus 90 persen, sebetulnya selaras dengan DPRD melakukan efisiensi ATK ketika sudah menggunakan tablet,” pungkasnya.

Baca Juga  DPRD Teken Nota Kesepakatan Perubahan KUA PPAS APBD 2025, Bateng Defisit Rp30,7 Miliar