N bercerita, demi mengobati anaknya yang sakit, dirinya rela menjual tanah, kebun hingga motornya.

“Saya kesana ke sini minta bantuan, kalau sedang tidak ada, rela berabis, tahan jual tanah, kebun bahkan motor untuk anak sekolah dan berobat, kami bukan orang senang (kaya), tiba-tiba dengan teganya mereka memukul anak saya dari belakang, sakit benar hati nih,” ujarnya sembari menangis.

Ia pun berharap pelaku dapat dihukum seberat-beratnya dan menyerahkan diri ke pihak kepolisian.

“Hukum seberat-beratnya, tidak ada kata damai, sakit sekali hati ini, anak saya nahan sakit dari lahir sampai umur 12 tahun, sehari sebelum kejadian ulang tahunnya,” ujarnyan.

“Anak saya pakai darah orang lain untuk bertahan hidup, semoga pelaku segera tertangkap,” harapnya.

Baca Juga  Nyaris Rudakpaksa Anak di Bawah Umur, Pria di Toboali Diringkus

Sementara itu,Kapolres Bangka Tengah, AKBP Pradana Aditya Nugraha membenarkan adanya laporan kasus penganiayaan di Kecamatan Koba.

“Benar ada laporannya, korban berinisial RS,” ujar AKBP Pradana Aditya saat dikonfirmasi, Selasa (18/2/2025).

Dikatakan Kapolres Bangka Tengah, ada 5 pelaku yang dilaporkan dan pihaknya masih mencari keberadaan pelaku.

“Sampai saat ini masih penyelidikan dan akan kita cari pelakunya, yang mana dari laporan yang masuk ada 5 orang dalam penyelidikan saat ini,” ujarnya..

“Kami imbau kepada para pelaku untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya,” pungkasnya.