Pasangan dari Belitung Timur ini berhasil memperoleh suara sebanyak 44.949 suara atau 65,85 persen. Sementara rivalnya pasangan Burhanudin dan Ali Reza Mahendra (putra Yusri Ihza Mahendra) hanya memperoleh 23.301 suara atau 34,15 persen.

4. Pasangan Joni Alamsyah-Syamsir

Hitung Cepat Internal, Djoni Alamsyah dan Syamsir Klaim Unggul di Pilkada Belitung
Paslon Djoni Alamsyah-Syamsir. (Foto istimewa)

Pasangan ini unggul di Pilkada Belitung dengan memperoleh 51.315 suara. Sementara pasangan Isyak Meirobi-Masdar Nawawi hanya meraup 26.647 suara.

Adapun, Gubernur Babel terpilih Hidayat Arsani-Hellyana belum dilantik bersamaan 481 kepala daerah lainnya. Rivalnya Erzaldi-Yuri Kemal menggugat hasil Pilkada ke MK dan saat ini masih dalam proses persidangan.

Hidayat Arsani dan Hellyana yang diusung Partai Golkar, PDIP, PKS dan PPP itu meraih total suara sebanyak 299.591 suara mengungguli pasangan Erzaldi Rosman dan Yuri Kemal Fadlullah yang meraih 290.548 suara. Hanya terdapat selisih sebanya 9.043 suara.

Baca Juga  Babel Jadi Provinsi Ketiga Terbanyak Korban TPPO, Didit: Masih Ada 35 Orang Minta Dipulangkan

Begitu juga dengan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bangka Barat terpilih Markus-Yus Derahman (Maknyus) yang belum dilantik karena hasil Pilkada Bangka Barat digugat oleh pasangan petahana Sukirman-Bong Ming Ming (Bersanding) di MK.

Pada Pilkada 27 November lalu, pasangan Maknyus berhasil meraih 36.872 suara. Sementara Bersanding meraih 35.446 suara. Terdapat selilih yang cukup tipis antara keduanya yaitu 1.426 suara.

Sementara di Kabupaten Bangka dan Kota Pangkalpinang. Kotak kosong berhasil unggul dari pasangan Mulkan-Ramadian dan Maulan-Hakim. Fenomena kemenangan kotak kosong di dua Pilkada di Babel ini menjadi perhatian serius KPU Pusat.

KPU Bangka dan Pangkalpinang akan menggelar Pilkada ulang pada Agustus 2025 mendatang.

Baca Juga  3 Guru Besar Perempuan Dikukuhkan, Wawako Pangkalpinang: Perempuan Tak Bisa Dipandang Sebelah Mata

Usai dilantik, para kepala daerah ini akan mengikuti retret (latihan dasar kepemimpinan) di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah.

Awalnya, retret ini akan dilaksanakan selama 14 hari. Namun dipangkas jadi sepekan pada 21 hingga 28 Februari karena terdampak pemangkasan anggaran.