Maksimalkan Pelayanan, DW Nilai Poli Sore Wajib Dibuka
“Pak DW dan Pak Abang Fadhila tadi di sini juga menyoroti atau melihat juga kunjungan Puskesmas Mentok yang ramai. Kalau pasien ramai dan jumlah tenaga yang belum begitu maksimal, maka mereka menyarankan untuk dibuka layanan poli sore hari,” katanya.
Ia sepakat pelayanan ini dibuka dengan tujuan apabila ada pasien atau peserta yang berobat dia bisa memilih waktu. Apabila di pagi hari dia kerja maka bisa memilih waktu di sore harinya. Pada prinsipnya, ia dan jajaran sudah siap untuk membuka layanan poli sore ini.
“Baik sarana prasarana maupun SDM sudah siap. Tinggal persetujuan dari kepala daerah atau pun dari pejabat berkepentingan dalam hal ini. Karena memang sangat lebih tepat kalau kita buka poli sore. Kunjungan juga walau banyak bisa tercover semua,” katanya.
“Pasien juga merasa lama dilayani dan mereka merasa ada space waktu untuk konsultasi dan sebagainya ke dokter. Karena selama ini kita buka dari jam 07.30 sampai 12.00, tapi kami tetap layani sampai selesai. Kadang dokter itu selesai sampai jam 14.30,” ujarnya.
Dengan dibukanya layanan poli sore, itu menandakan bahwa jam pelayanan bertambah dari pukul 16.00-21.00. Dia berharap, kondisi ini dapat menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Hal ini semata-mata demi terciptanya pelayanan kesehatan yang maksimal.
“Pasien atau keluarga bisa milih waktu yang tadinya kerja atau urus anak, jadi bisa berobat di sore hari. Itu harapan kami. Kami sekali lagi mengapresiasi kedatangan Pak Deddi Wijaya dan Pak Abang Fadhila yang telah perhatian kepada Puskesmas Mentok,” jelasnya.
