Mayoritas bahkan bagai bilah bambu yang terinjak
Berbagai kata hasut, caci, tuduh berkumpul dalam nama fitnah yang terus menggelegak
Kebenaran diberangus tiada detak
Protes disebut anarkis dan terdepak

Sementara segelintir orang-orang mabuk
Memperdaya dalam tipu daya terkutuk
Kata adil itu adalah uang yang bertumpuk
Hingga gunakan jemari menjadi tunjuk

Setelah dulu dijajah dengan adu domba
Kini belah bambu meraja
Sudah sepantasnya singgasana raja-raja haus tahta
Tenggelam laksana Firaun dengan perantara Musa

Fajar Indah, 23 Februari 2025

Baca Juga  Koloni di Rawa Ambisi