Lebih lanjut, Rommy menambahkan Bank Indonesia akan terus mendukung program strategis pengendalian inflasi daerah, termasuk penguatan ketahanan pangan, digitalisasi sistem pembayaran dan optimalisasi kebijakan moneter untuk mencapai inflasi daerah sesuai dengan target nasional yakni 2,5±1%.

“Sinergi yang kuat antar seluruh pemangku kepentingan dalam pengendalian harga maupun penguatan sumber-sumber ekonomi di daerah akan mendukung pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ujar Rommy.

TPID Kabupaten/Kota juga menyampaikan kondisi pasokan bahan pokok di masing-masing daerah pada periode menjelang Ramadhan berada dalam kondisi yang cukup dengan harga yang relatif stabil.

Hal ini merupakan dampak dari berbagai upaya pengendalian inflasi yang telah dilakukan oleh TPID Kabupaten/Kota dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar tradisional dan distributor, menyelenggarakan kegiatan operasi pasar murah, memastikan kelancaran distribusi bahan pokok, serta memastikan ketersediaan pasokan BBM dan gas LPG 3 kg.

Baca Juga  Hampir 1.000 Nelayan Terima Perlindungan Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan dari PT Timah 

Seluruh TPID se-Bangka Belitung akan terus memperkuat empat pilar strategis pengendalian inflasi, yaitu menjaga keterjangkauan harga, memastikan ketersediaan pasokan, memperlancar distribusi, serta meningkatkan komunikasi efektif.

Komitmen dalam pengendalian inflasi ini juga dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan Bersama, yang menjadi dasar koordinasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan daerah.

“Dengan sinergi yang kuat, diharapkan inflasi dapat terkendali dan kesiapan mudik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat berjalan lancar dan optimal,” tutupnya.**