Sejak tahun 2001, Kak Toto telah aktif memberikan pendidikan seni kepada anak-anak berkebutuhan khusus melalui berbagai institusi, termasuk Mitra Hadiprana Art Centre, Credo Art Space,Yayasan Bina Abyakta, Sekolah Cita Buana, dan Sekolah Cikal. Rumah Kerja I’m Star.

Ia juga mendirikan Outsider Art Jakarta Studio, sebuah ruang bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk belajar dan menampilkan karya seni mereka.

Sebagai mentor, Kak Toto telah berperan dalam berbagai pameran seni bagi anak berkebutuhan khusus, termasuk presentasi karya murid-muridnya di Istana Cipanas atas undangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2008) dan di Istana Kepresidenan Bogor atas undangan Presiden Joko Widodo (2015).

Selain itu, ia juga membawa karya anak-anak berkebutuhan khusus ke berbagai galeri dan institusi seni ternama di Indonesia.

Baca Juga  Pulau Bangkai

Selain itu, ia menjadi pembicara dalam berbagai seminar dan forum nasional maupun internasional mengenai seni sebagai media terapi dan komunikasi bagi anak berkebutuhan khusus.

Kak Toto juga menjadi salah satu inisiator Festival Bebas Batas Art Brut Indonesia yang mempertemukan seniman berkebutuhan khusus dari berbagai negara.

Ia juga terlibat dalam proyek mural bersama anak-anak berkebutuhan khusus di halte busway Kampung Melayu, bus Transjakarta, dan Galeri Nasional.

Sebagai seorang mentor, pengajar, dan aktivis seni inklusif, Kak Toto terus berupaya mendorong pemerintah dan masyarakat untuk lebih memperhatikan pendidikan seni bagi anak berkebutuhan khusus.

“Saya percaya bahwa seni bukan hanya media ekspresi, tetapi juga sarana untuk membangun jembatan inklusi dan keberagaman di masyarakat,” katanya.

Baca Juga  Qarun dan Paradoks Pertambangan Mineral

Melalui kerja keras dan dedikasinya, ia berharap dapat menciptakan ekosistem seni yang lebih ramah dan terbuka bagi semua individu, tanpa terkecuali.

Kontributor: Lasman Simanjuntak