“PKBM ini sistem pembelajarannya menyesuaikan dengan sekolah masing-masing, karena siswa yang ada di PKBM ini sudah bekerja, sehingga menyesuaikan waktunya, mungkin ada yang Jumat dan Sabtu atau Sabtu dan Minggu,” tuturnya, Senin (3/3/2025).

Sementara itu, untuk biaya pendaftaran sebagai peserta didik PKBM tidak dipungut biaya alias gratis.

“Kita juga mempersiapkan bidang PAUD untuk membantu peserta didik yang mau mendaftar, yang mana PKBM ini kita rancang untuk membantu menekan angka putus sekolah di Bangka Tengah, yang pada saat ini tidak naik dan tidak turun secara drastis,” jelasnya.

Pangihutan menjelaskan, lama pendidikan yang harus ditempuh selama mengikuti paket A, B dan C maksimal 3 tahun.

Baca Juga  Begini Pesan Algafry ke Bupati Basel soal Polemik Batas Desa Lubuk Pabrik dan Tepus

“Ada beberapa hal yang bisa mengurangi masa pembelajaran mereka, jika siswa tersebut bisa membuktikan pernah sekolah di SMP ataupun SMA, misalnya ada siswa yang pernah sekolah sampai kelas 2, silahkan menunjukkan rapotnya dan cukup sekolah selama 1 tahun lagi, sedangkan paket A, kalau tidak sampai kelas 4, tetap harus sekolah 3 tahun lagi,” tuturnya.

Ia juga berharap, setelah peserta didik mengikuti program paket A, B dan C, mereka bisa mendapat satu pengakuan di bidang pendidikan dengan memperoleh ijazah.