Dikemas Adat Murok Jerami, Desa Namang Panen Raya Padi
“Alhamdulillah, pada bulan puasa Ramadan kali ini untuk ketahanan pangan, kita panen padi di Desa Namang dengan varietas lokal yakni beras cerak merah, infari, hibrida mapan, ketan dan lainnya, sebelumnya kita juga sudah panen jagung, cabai dan lainnya,” ujar Zaiwan.
Kata Zaiwan, luasan yang dipanen yakni 53 hektar di Desa Namang dan 20 hektar di Desa Belilik.
“Sekitar 73 hektar yang akan dipanen guna mendukung ketahanan Pangan Namang 2025 dengan padi sawah, sedangkan target panen kali ini sekitar 6 sampai 7 ton per ha yang diurus dengan baik dan 4 sampai 5 ton per ha yang kurang maksimal,” tuturnya.
Zaiwan menyebut, panen padi kali ini dibalut dengan kearifan lokal adat murok jerami yang sudah turun temurun dilakukan.
“Kegiatan Panen Padi Murok Jerami ini juga sudah masuk KIK Kementrian Hukum RI dan sudah diakui ritual adat Suku Melayu Mengkanau Urang Namang Desa Namang,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya juga mendukung penuh pembentukan Brigade Pangan sebagai upaya strategis untuk menjaga ketahanan pangan di Bangka Tengah.
“Kita dukung Brigade Pangan, selain kita tanam padi sawah, kita juga akan nanam padi ladang, singkong, ubi kayu, buah dan lainnya untuk mendukung ketahanan pangan di Namang,” imbuhnya.
