Ia melanjutkan, pemerintah punya stok kurang lebih 60 ton beras bulog yang bisa digunakan, apabila terjadi bencana yang mengancam masyarakat Bangka Tengah.

“Bencana di sini bukan cuma soal alam, tapi juga kondisi sosial ekonomi termasuk di dalamnya. Sehingga beras itu bisa kita gunakan untuk masyarakat Bangka Tengah,” ujarnya.

Joko mengungkapkan, dialihkannya rastrada ini sebagai bentuk efisiensi anggaran, yang mana Pemerintah Bangka Tengah selalu menambah cadangan beras di bulog, sehingga adanya biaya perawatan yang dikenakan.

“Kita tiap tahun nambah stok di bulog, sehingga ada biaya perawatan yang membuat harga beli lebih mahal lagi, karena ditambah biaya perawatan,” pungkasnya.

Baca Juga  1.221 Peserta Semarakkan Pekan Minat, Bakat dan Kreativitas Siswa Bangka Tengah