Di tengah prosesnya, kita akan lebih banyak belajar dan memahami lagi bagaimana alam bekerja. Manfaat ini membuat orang-orang yang suka berkebun cenderung menjadi pribadi yang sabar, penuh kasih, dan bisa merawat diri dengan baik. Itulah kenapa berkebun disebut pekerjaan mulia menurut agama Islam, karena dengan berkebun manusia tetap terus memiliki hasil pangan yang melimpah.

Rasulullah Saw bersabda, “Tidaklah seorang muslim menanam pohon, tidak pula menanam tanaman kemudian pohon atau tanaman itu dimakan oleh burung, manusia atau binatang melainkan menjadi pahala sedekah baginya.” (HR. Bukhari)

Dengan melakukan kegiatan berkebun, seseorang telah menyelamatkan hidup, baik manusia, hewan ataupun makhluk hidup lainnya dari yang namanya kekurangan makanan. Apabila itu terjadi, maka bukan tidak mungkin para makhluk hidup di bumi ini akan sejahtera karena ketersediaan makanan.

Baca Juga  Hukum Wudhu Pakai Air yang Terkena Limbah

Berkebun dalam Islam juga sangat dianjurkan, Allah SWT di dalam Al-Quran menyebutkan anugerah yang Allah karuniakan agar seseorang mau untuk bercocok tanam.

“Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk makhluk-Nya. Di dalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang. Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan.” (QS Ar-Rahman 55: 10-13)

Karena berkebun dalam Islam sangat dianjurkan, maka dari itu marilah kita tumbuhkan jiwa semangat berkebun, menanam untuk dunia menuai untuk akhirat. Agar kita mendapatkan keutamaan-keutamaan-Nya. Aamiin.

Penulis merupakan Fasilitator di SDIT Alam CAHAYA.