Dikira hendak Dijodohkan, Remaja Putri di Toboali Sempat 2 Pekan Kabur dari Rumah
Lebih lanjut, pihaknya akan melakukan koordinasi dalam waktu dekat ini dengan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Basel. Hal ini dilakukan pendampingan ke pihak sekolah di tempatnya mengenyam pendidikan.
“Karena korban sudah 14 hari lebih tak masuk sekolah tanpa keterangan. Jadi kita akan koordinasi agar dia bisa lanjut sekolah lagi. Kita akan pantau juga untuk mencegah kejadian serupa di kemudian hari. Peran orang tua itu sangat penting tentunya,” tambahnya.
Kata dia hal ini dilakukan agar menjaga anak-anak tidak terlibat hal-hal yang tidak diinginkan. Sementara itu orang tua korban, JF merasa senang dengan telah kembali anak gadisnya itu. Ia berharap kejadian ini tidak akan terulang kembali di masa mendatang.
“Saya juga berusaha untuk membuat nyaman dia di rumah. Tentu bersyukur, tenang karena anak sudah ketemu. Namun sebelum dapat informasi, saya dan keluarga sudah 10 hari melakukan pencarian. Awalnya, ia pamit hendak pergi bersama temannya,” tuturnya.
Namun demikian hingga beberapa hari BK tak kunjung pulang ke rumah. Dia sempat cari ke rumah teman-teman BK tetapi tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. Bahkan keluarga yang putus asa sempat mencoba mencari lewat orang pintar.
“Sampai mencari lewat orang pintar. Sebelumnya memang sudah pernah hilang, tetapi tidak seperti ini. Kalau untuk permasalahan dijodohkan, saya kira tidak ada. Mungkin miskomunikasi yang didengar oleh dia karena lewat sambungan telepon,” tambahnya.
“Karena saat itu saya tengah menelpon rekannya yang hendak meminta tolong untuk diuruskan surat nikahnya. Orang itu mau mengurus surat nikah, bukan hendak dinikahkan,” tukasnya.
