“Tentu kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, semoga dari kegiatan ini para siswa semakin bisa mengdepankan sikap toleransi, menghomarti dan menjaga antar sesama,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Koba, Hana Meilani mengatakan kegiatan pesantren kilat merupakan agenda rutin SMPN 1 Koba pada bulan suci Ramadan.

“Kegiatan yang kami laksanakan hari ini adalah agenda rutin tahunan sekolah, yakni penguatan pendidikan karakter, karena yang terlibat bukan hanya siswa yang beragama islam, tapi yang non-muslim juga,” ujarnya.

Ia mengatakan, khusus untuk siswa muslim, penguatan pendidikan karakternya bertajuk Pesantren Kilat dengan mendalami agama islam, dengan kegiatan seperti tadarus, solat dhuha dan lainnya.

“Kemudian penguatan pendidikan karakter untuk yang non muslim juga ada, jadi kami bentuk kelompok-kelompok berdasarkan agama, ada agama Budha, Khonghucu, Katolik dan Kristen Protestan.

Baca Juga  Kemilau Ramadan, SMPN 1 Koba Salurkan 234 Paket Sembako Senilai Rp35 Juta

“Ini contoh dari pendidkan inklusi, artinya semua siswa terlibat, tidak melihat agamanya apa, kami berikan kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendikan karakter,” imbuhnya.