Menurut Eddy selama ini banyak masyarakat hanya membeli tanpa melihat label bahkan tanpa pernah mengukur beratnya sehingga tidak pernah ada keluhan.

“Secara kuantitas minyak kita dalam kemasan 1 pouch itu jika dalam 1 liter dikurangi 0,2ml saja, tidak banyak bagi masyarakat. Tapi bagi pabrik jika selisih 0,2ml saja sudah banyak itu keuntungannya sehingga harus di antisipasi,” terang Eddy.

Begitu juga untuk harga, hingga saat ini minyak kita masih dijual pemerintah sesuai harga eceran tertinggi (HET). Namun dari distributor ke pasar dan toko-toko atau pengecer itu yang mengambil keuntungan lebih, namun tidak banyak dan masih relatif normal.

“Untuk harga masih sesuai HET, tidak ada kenaikan. Hanya saja yang beredar di pengecer terkadang berbeda sedikit, namun masih normal,” tutup Eddy.*

Baca Juga  Jadi Kurir Sabu, Pria Bertato Diciduk Polresta Pangkalpinang