Miris! Gegara Jembatan Ambruk, 2 Hari Pelajar SMA di Bangka Selatan Tak Sekolah
Untuk itu, kata Maryam, penundaan pengadaan barang dan jasa instruksi pemerintah pusat dapat pengecualian untuk kondisi jembatan ini.
“Saya mendukung Pemkab Basel untuk segera menindaklanjuti kondisi ini. Saya juga mendorong Pemprov Babel untuk berkoordinasi dengan kabupaten agar ada sinergi untuk mengatasi persoalan di Babel secara keseluruhan. Sekalipun ada kewenangan tingkat provinsi dan kabupaten namun secara keseluruhan menjadi tanggung jawab kita bersama,” tulis Maryam dalam VT-nya.
“Saya sangat berharap pemerintah pusat dapat melihat kami di daerah. Ini salah satu jembatan di Provinsi Babel tepatnya di Bangka Selatan dan merupakan satu-satunya akses terdekat bagi siswa siswi SMA dan SMK dari Sidoharjo menuju Kecamatan Pulau Besar,” ungkap Maryam.
“Sudah 2 hari ini anak-anak kami tidak bisa bersekolah karena khawatir dengan keadaan jembatan ini. Jika harus melewati jalan lain maka selisih waktu berkisar 1,5 sampai 2 jam. Besar harapan kami penundaan pengadaan barang dan jasa yang diinstruksikan pemerintah pusat ada pengecualian untuk segera menindaklanjuti ini,” tutup Maryam.
Terpisah, Kepala Dinas PUPR Bangka Selatan, Elfan Rulyadi membenarkan apa yang disampaikan anggota DPRD Babel Maryam dalam Video Tiktoknya.
kata Elfan, jembatan tersebut telah dianggarkan tahun 2025 berbarengan dengan jembatan Sungai Nyireh.
“Namun masih kami hitung kembali sehubungan dengan efisiensi anggaran,” jawab Elfan, Rabu (12/3/2025).
