Pahala Menguap dari Balapan Liar yang Meresahkan
Tak jarang aksi balapan liar ini juga disertai dengan taruhan uang. Yang dari segi agama, taruhan itu merupakan perbuatan judi dan hukumnya jelas haram.
Allah SWT telah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung. Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan salat, maka tidakkah kamu mau berhenti? (QS Al-Maidah Ayat 90-91).
Dengan dalih apapun, tak ada hal yang dapat dibenarkan dari balapan liar ini. Keselamatan pembalap dan penonton seringkali diabaikan. Bukan hanya sekali dua, balapan liar memakan korban.
Mulai dari luka ringan, luka parah bahkan ada yang sampai meninggal dunia. Bila hal ini terjadi barang tentu membuat orang tua yang merasakan akibatnya. Motor rusak butuh biaya perbaikan, dan nyawa anak pun hilang sia-sia.
Belum lagi suara knalpot yang memekakkan telinga seringkali membuat orang terkejut. Begitu mengganggu indra pendengaran. Bahkan dalam ratusan meter pun kadang masih terdengar. Yang mengidap penyakit jantung, dapat memacu detak lebih cepat.
Selain itu, suara berisik juga kadang memancing orang untuk mengeluarkan kalimat sumpah serapah yang tidak enak didengar. Ketika hal itu terjadi maka pahala pun menguap dari balapan liar yang meresahkan.
Mari kita jaga Ramadan dari hal-hal yang tak bermanfaat. Apalagi sampai menodai kesuciannya. Tetap bergandengan tangan untuk terus mengedukasi generasi muda bahwa tak ada masa depan dari aksi yang meresahkan.
Analis Bina Kehidupan Beragama pada Biro Kesra Setda Provinsi Bangka Belitung.
