12 Desa di Bateng Jadi Lokasi Stunting, Algafry Targetkan Turun hingga 14 Persen
“Target kita untuk tahun 2025 adalah penurunan angka stunting sebesar 14 persen, namun kita terus berusaha untuk melampaui target. Maka dari itu, untuk menangani hal ini diperlukan manajemen yang sangat jelas, dimulai dari anggaran ke penanganannya, semua itu harus kita rumuskan bersama,” ujar Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman pada Jumat, (14/3/2025).
Kata Algafry, masih ada sebanyak 12 desa yang menjadi lokus stunting di Bangka Tengah.
“Untuk desa rawan stunting memang masih banyak, yakni ada di Desa Tanjunggunung, Batubelubang, Padangbaru, Kemingking, Sungaiselan, Sarangmandi, Selan Atas, Romadon, Tanjungpura, Melabun, Keretak Atas dan Cambai,” ungkap Algafry.
Sementara itu, Wakil Bupati Bangka Tengah sekaligus Ketua Pelaksana TPPS, Efrianda menyampaikan, bahwa upaya percepatan pencegahan stunting akan lebih efektif, apabila intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif dilakukan secara konvergen.
“Konvergensi layanan memerlukan keterpaduan proses perencanaan, penganggaran serta pemantauan program pemerintah secara lintas sektor untuk memastikan tersedianya setiap layanan intervensi gizi spesifik kepada keluarga sasaran prioritas dan intervensi gizi sensitif untuk semua kelompok masyarakat, terutama masyarakat miskin. Untuk itu, koordinasi dan intervensi harus semakin berkelanjutan,” imbuhnya.
