Dear Para Pembuang Sampah ke Sungai, Sadarlah!
Bahkan World Health Organization (WHO) juga mencatat air yang menyebabkan penyakit diare bertanggung jawab atas meninggalnya 485 ribu orang setiap tahunnya di dunia.
Selain penyakit tersebut, aliran air yang mengandung sampah juga dapat menjadi tempat berkembang biaknya jentik-jentik nyamuk penyebab demam berdarah.
Luar biasa bukan, hal yang sepertinya sepele dan kerap kita lakukan ternyata memiliki konsekuensi yang sangat besar bagi kesehatan dan nyawa kita.
4. Merusak Ekosistem
Sampah yang kita buang ke sungai atau bahkan laut berpotensi untuk merusak ekosistem. Hal itu karena kandungan senyawa aktif yang terdapat di dalam sampah dapat mematikan mikroorganisme, menghambat siklus nutrisi air, dan merusak habitat alami sungai tersebut.
Terlebih jika sampah yang kita buang ke sungai tersebut mengalir ke laut, pastinya dapat menimbulkan masalah baru. BRIN mengungkapkan, hampir semua sempel air dan sedimen yang diteliti oleh BRIN telah mengandung sampah mikroplastik yang berukuran kurang dari lima milimeter.
Hal itu berarti bahaya, karena jika sampai sampah mikroplastik itu dimakan oleh ikan atau makhluk hidup lainnya yang merupakan bagian dari rantai makanan bukan hanya lingkungan yang terancam tapi juga mengancam keselamatan hidup manusia.
5. Mengancam Ketersediaan Air Bersih
Bagi kita yang tinggal di desa mungkin sumber air bersih masih sangat melimpah, namun jika di kota maka akan sangat sulit mencari air bersih.
Terlebih bagi masyarakat yang mengakses air bersih melalui sungai, aktivitas membuang sampah ke sungai akan sangat berpengaruh pada ketersediaan air bersih.
National Geographic menyatakan, hanya satu persen dari seluruh sumber air bersih dunia yang bisa diakses oleh manusia dan salah satunya adalah air yang berasal dari sungai.
Oleh karena itu perilaku membuang sampah ke sungai harus kita cegah atau hentikan karena dapat mengakibatkan dampak buruk bagi kehidupan kita hari ini dan nanti.
Salam lestari, salam lingkungan untuk anak cucu kita!
