Kembali Beroperasi, Warga Minta Aktivitas Tambang di Keranggan Segera Ditutup
Selain dari sisi kelestarian lingkungan, Satria menilai aktivitas pertambangan di Keranggan berpotensi dapat memicu konflik keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ia mencontohkan peristiwa yang terjadi pada Kamis (12/12/2024) lalu, saat itu warga akan membakar sejumlah PIP yang dikabarkan beroperasi malam hari di perairan Keranggan.
“Dulu kan pernah warga Keranggan kumpul dan datang ke tengah laut ingin bakar ponton. Mungkin infonya sudah bocor, jadi waktu itu sudah tidak ada lagi ponton. Kami tak maulah rusuh terus kan, toh yang menikmati hanya segelintir,” ucapnya.
Satria menduga, ada pihak-pihak tertentu yang melindungi aktivitas tambang tersebut, sehingga meski sering dikeluhkan, tambang tetap beroperasi tanpa hambatan berarti.
“Kami meminta Kapolres Bangka Barat yang punya wilayah hukum untuk segera mengambil langkah tegas. Kami meminta penghentian total operasi tambang ilegal di Keranggan,” tuturnya.
Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi ke Kapolres Bangka Barat AKBP Ade Zamrah terkait aktivitas pertambangan ilegal di perairan Keranggan.
Namun, hingga berita ini diturunkan tak ada balasan ataupun respon dari perwira menengah yang segera dimutasi ke Bareskrim Mabes Polri tersebut.
