Green Leadership Indonesia Edukasi Sampah dan Bioteknologi di SMA Santo Yosef Pangkalpinang
“Sampah ini bisa menjadi sumber ekonomi dengan adanya Bank Sampah atau dengan Kerajinan tangan dari inovasi siswa/i SMA Santo Yosef Pangkalpinang,” ujar Ahmad Juliyanta dari Green Leadership Indonesia.
Dalam kegiatan program P5 ini, Green Leadership Indonesia memberikan ilmu dan wawasan terkait cara pemilahan sampah dengan jenisnya. Siswa pun antusias dalam mendengarkan dan menyimak dari awal sampai akhir materi pertama. Hal ini siswa/i pun banyak bertanya perihal terkait mengurangi sampah organik dan non-organik.
Adapun dengan materi kedua tentang bioteknologi, siswa/i menyimak dan mencatat keseluruhan narasumber yang menjelaskannya. Dengan adanya program P5, siswa ini belajar pentingnya kesadaran kepedulian lingkungan dan bioteknologi bagi masa depan.
“Kami sebagai guru-guru SMA Santo Yosef akan mendukung kegiatan siswa/i dengan gaya hidup yang berkelanjutan untuk masa depan,” ujar Bapak Kepala Sekolah Frans, S.Pd., M.M. “Dimulai dari hal kecil dulu, mari belajar menerapkan gaya hidup berkelanjutan demi menciptakan generasi anak muda yang sadar dan peduli terhadap Lingkungan.”
Ahmad Juliyanta berharap kegiatan ini tidak sampai disini saja, sehingga memberikan dampak positif bagi siswa/i SMA Santo Yosef dengan pengalaman yang di dapatkan dari program P5 ini. Nantinya banyak program lainya terkait dengan lingkungan seperti Gerakan PBLHS, Gerakan Gaya Hidup Sadar Sampah dan lainya.
Dengan demikian, diharapkan siswa SMA Santo Yosef Pangkalpinang dapat menjadi agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengembangkan gaya hidup berkelanjutan.tutupnya.
