Di wilayah Indonesia pada tanggal 29 Maret 2025, waktu Matahari terbenam paling awal adalah pukul 17.44.19 WIT di Oksibil, Papua dan waktu Matahari terbenam paling akhir adalah pukul 18.48.12 WIB di Sabang, Aceh.

Dengan memperhatikan waktu konjungsi dan Matahari terbenam, dapat dikatakan konjungsi terjadi sebelum Matahari terbenam tanggal 29 Maret 2025 di sebagian wilayah Indonesia.

Adapun ketinggian Hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 29 Maret 2025, berkisar antara -3 derajat 29 menit di Merauke, Papua sampai dengan -1 derajat 07 menit di Sabang, Aceh, sedangkan pada  pada 30 Maret 2025, berkisar antara 7,96 derajat di Merauke, Papua sampai dengan 11,48 derajat di Sabang, Aceh.

Baca Juga  Prabowo Undang Masyarakat Umum Open House di Istana

Sementara itu, besaran elongasi geosentris di Indonesia saat Matahari terbenam pada 29 Maret 2025 berkisar antara 1.06 derajat di Kebumen, Jawa Tengah sampai 1.61 menit di Oksibil, Papua, sedangkan pada 30 Maret 2025, berkisar antara 13.02 menit di Merauke, Papua sampai dengan 14,83 derajat di Sabang, Aceh.

Data BMKG juga menunjukkan umur Bulan di Indonesia saat Matahari terbenam pada 29 Maret 2025, berkisar antara -2,22 jam di Oksibil, Papua sampai dengan 0,84 jam di Sabang, Aceh, sedangkan pada 30 Maret 2025, berkisar antara 21,77 jam di Merauke, Papua sampai dengan 24,84 jam di Sabang, Aceh.

Adapun lama hilal saat Matahari terbenam pada 29 Maret 2025, berkisar antara -10,81 menit di Merauke, Papua sampai dengan -3,52 menit di Sabang, Aceh, sedangkan pada 30 Maret 2025, berkisar antara 37,23 menit di Merauke, Papua sampai dengan 52,19 menit di  Sabang, Aceh.

Baca Juga  Kadis Kebudayaan DKI Jakarta Jadi Tersangka Kegiatan Sanggar Fiktif Rp150 Miliar

Melalui laporan yang sama, BMKG mengingatkan bahwa pada saat rukyatul hilal, ada sejumlah benda astronomis yang berpotensi dianggap hilal padahal lain, seperti Venus atau Merkurius yang merupakan planet, bisa berupa Sirius yang merupakan bintang, dan banyak lainnya.

“Adanya objek astronomis lainnya ini berpotensi menjadikan pengamat menganggapnya sebagai Hilal,” demikian termaktub di dalamnya. Meskipun demikian, BMKG menyampaikan bahwa pada tanggal 29 dan 30 Maret 2025, dari sejak Matahari terbenam hingga Bulan terbenam tidak ada objek astronomis lainnya yang jarak sudutnya lebih kecil daripada 10 derajat dari Bulan.

Oleh karena itu, mengingat hilal di seluruh Indonesia berada pada zona istihalah al-rukyah (mustahil terlihat), Lembaga Falakiyah PBNU memprediksi Idulfitri, 1 Syawal 1446 H berpotensi jatuh pada Senin 31 Maret 2025 M (mulai malam Senin).

Baca Juga  Hadapi Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran Idul Fitri 2023, BNPB Siapkan Langkah Strategis Antispasi Teradi Bencana

Meskipun demikian, Lembaga Falakiyah PBNU menyampaikan bahwa ikhbar kapan hari raya Idulfitri, 1 Syawal 1446 H akan disampaikan secaea resmi oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf pada Sabtu (29/3/2025) malam sekitar pukul 19:00 Wib, yaitu setelah adanya keputusan isbat pemerintah.

Sumber: nu.or.id/muhammad syakir nf