Maka dari itu, operasional kapal akan pihaknya maksimalkan. Untuk waktu selanjutnya dipastikan masa sandar kapal di dermaga dipercepat dari 2 jam menjadi 1 jam. Selama 1 jam kapal akan melakukan sandar, bongkar, muat dan kembali berlayar ke tujuannya.

“Jadi itu kita terapkan sebenarnya udah dari kemarin. Tapi masih banyak kendala di lapangan contohnya jumlah dermaga. Itu menjadi kendala utama di TAA sudah dua dermaga kita satu. Nah ini penyesuaiannya perlu waktu juga tapi akan kita mulai malam ini,” ujarnya.

Dengan skema baru ini, ketika kapal di dermaga sudah sandar 1 jam selesai atau tidak dia harus bongkar dan berangkat. Tidak ada toleransi agar mobilisasi kapal di dermaga cepat dilakukan. Jangan sampai hal ini buat pemudik menjadi berang kembali.

Baca Juga  Sopir dan Kondektur Bus Diamankan, Ternyata Balok Timah akan Dibawa ke Jakarta

“Misalnya ada yang mau minta tambah 15 menit lagi, kurang 5 kendaraan. Eh dari awal sudah diinfokan, waktu 1 jam dan manfaatkan itu. Kalau memang tak bisa berarti kamu yang salah, penuh gak penuh harus berangkat. Risikonya penumpang akan ngamuk,” ujarnya.

Paling lama, kata dia, kapal sandar 2 jam. Ketika sampai 3 jam lego jangkar maka penumpang akan marah. Hal ini, tak ingin terulang kembali. Terlebih di kantin kapal sudah tidak ada lagi makanan. Ia tak mau kondisi ini akan terulang terus untuk selanjutnya.

“Skemanya akan kita ubah, for time itu maksimal 1 jam. Gak ada toleransi lagi dan kita akan sampaikan, sepakati dan kendalanya akan kita cek semua. Jelas punishment nya begitu, kalau kapal tidak penuh itu risikomu. Biar pemudik bisa nyaman dan aman,” jelasnya.

Baca Juga  Tewaskan Pelajar, Pengemudi Pikap Kini Diperiksa Penyidik Satlantas Babar