Kabut Subuh
Karya: Hari Aprizal
Gumpalan awan meruncing di ujung langit
Tempiasnya membasahi genting rumah
Melumatkan retakan tanah di penghujung barat
Jadi momen tepat untuk membisikan namamu ke atas sana
Bait-bait doa mulai kulayangkan
namun sosokmu tak kunjung hadir, ya Nona?
Alih-alih berpapasan, kau malah menjelma udara subuh yang dingin
Yang siap mencabik-cabik tubuh
Namun anginnya membelai lembut kulit
Halaman
