Pola makan yang beragam ini menjadi salah satu faktor yang memudahkan dalam upaya budidaya.

Daya tahan tubuh kura-kura Ambon juga cukup baik, sehingga mereka mampu bertahan di berbagai kondisi lingkungan. Dalam hal reproduksi, kura-kura Ambon memiliki kebiasaan unik, yaitu menggali tanah sedalam 10–25 cm sebelum bertelur.

Populasi kura-kura Ambon di Bangka Belitung masih tergolong banyak, namun tetap diperlukan upaya konservasi agar keberadaan mereka tidak terancam. Eksploitasi berlebihan dan degradasi lingkungan dapat menjadi faktor yang mengancam kelestarian spesies ini di masa mendatang.

Melihat kemudahan dalam budidaya serta tingginya minat masyarakat terhadap kura-kura Ambon, peluang pengembangbiakan secara komersial cukup menjanjikan. Selain sebagai hewan peliharaan, kura-kura ini juga memiliki potensi dalam bidang konservasi dan edukasi.

Baca Juga  Hadapi Arus Mudik Lebaran Idul fitri 2023, Kapolda Bangka Belitung Cek Kesiapan Pelabuhan Pangkalbalam

Dengan pengelolaan yang tepat, keberadaan kura-kura Ambon di Bangka Belitung dapat tetap terjaga, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya konservasi dan pengelolaan yang tepat untuk mempertahankan keberadaan kura-kura Ambon di Bangka Belitung.