Untuk komoditas timah, pada bulan Februari 2025, nilai ekspornya sebesar US$101,44 juta. Secara m-to-m, dibandingkan nilai ekspor bulan Januari 2025 sebesar US$43,50 juta, pertumbuhannya sebesar 133,20 persen. Dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun lalu (y on y), tidak ada ekspor timah pada Februari 2024.

Sementara itu, untuk ekspor komoditas nontimah tercatat sebesar US$44,05 juta atau naik 37,38 persen dibandingkan dengan Januari 2025. Dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun lalu (y on y), nilai ekspor nontimah juga mengalami kenaikan sebesar 134,84 persen.

Timah dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagian besar diekspor ke negara-negara di Asia, di mana Tiongkok menjadi negara tujuan utamanya.

Baca Juga  Hore! THR ASN dan PPPK Paruh Waktu Pemprov Babel Cair Hari Ini

Pada Januari-Februari 2025, sebanyak 48,14 persen ekspor timah dikirim ke negara ini dengan nilai sebesar US$69,78 juta. Korea Selatan dan Singapura berada di peringkat selanjutnya.

Sebesar 12,66 persen dan 12,52 persen timah diekspor ke kedua negara tersebut.

Di urutan berikutnya adalah Belanda dan Jepang. Lima negara utama tujuan ekspor timah ini berperan sebesar 84,37 persen terhadap total ekspor timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke seluruh dunia, adapun total nilai ekspor kelima negara tujuan tersebut pada Januari-Februari 2025 sebesar US$122,28 juta.

Nilai ekspor Februari 2025 dibandingkan dengan Januari 2025 (m-to-m), terjadi pertumbuhan signifikan ke 5 negara terbesar tujuan ekspor timah yaitu sebesar 131,37 persen. Tiongkok tumbuh hingga 59,47 persen, Korea Selatan dan Singapura juga tumbuh sebesar 83,22 persen dan 622,88 persen. Belanda merupakan negara dengan pertumbuhan tertinggi hingga 1.015,34 persen.

Baca Juga  Brigjen Pol Tony Harsono Resmi Jabat Wakapolda Bangka Belitung