Namun mungkin dengan nama yang berbeda.

Pada saat seseorang menemui orang pintar yang sering mengobati berbagai penyakit sebagai lantaran dari Allah SWT, biasanya orang tersebut dengan ikhlas memberikan sedikit uang sebagai sase atau asam garam.

Adalah Dato’ Bujil yang sering mengobati berbagai penyakit pada hari itu tidak mendapatkan sase.

Ia pun lupa untuk mencicipi asam garam yang ada di rumahnya hingga penyakit yang diobati beliau kembali kepadanya.

Tak lama berselang istrinya segera mengambil sejumput asam garam dan memberikan kepada suaminya untuk dicicipi (di palet di lidah sang dato’).

Kurang lebih satu jam setelah Dato’ Bujil mencicipi asam garam yang diberikan istri, maka berangsur pula sakit gigi yang dialami Bato’ Bujil hilang.

Baca Juga  Itu Langkahmu

Percaya atau tidak namun hal hal semacam ini sudah menjadi adat para sesepuh dan para dukun di wilayah Habang ketika tidak mendapatkan sase dari pasien mereka langsung mencicipi asam garam agar penyakit yang mereka obati tidak kembali kepada mereka.