Sejarah Baru Kepemimpinan Perempuan di Pulau Bangka
Oleh: Istiya Marwinda, S.I.P., M.H.
Di tahun 2025 ini, akan ada perubahan baru bagi perjalanan birokrasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Iya, Bangka Belitung akan memiliki pemimpin baru! Tentunya, mendapati gubernur dan wakil gubernur baru masyarakat punya banyak sekali harapan yang dinanti atas pergantian kepemimpinan ini.
Meraka ini adalah sosok pemimpin yang kiprahnya bukan saja baru didengar saat pemilihan gubernur dan wakil gubernur pada waktu lalu. Namun keduanya adalah tokoh masyarakat Bangka Belitung cukup dikenal sebagai pejuang membangun provinsi yang dicintai bersama ini.
Bapak Hidayat Arsani dan Ibu Hellyana ditetapkan pada rapat pleno sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih periode 2025-2030 yang berlangsung di Grand Safran Hotel, Selasa (25/2/2025) lalu.
Masyarakat sudah menjadi saksi pada Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur 2024 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kemenangan Hidayat Arsani-Hellyana menjadi ukiran Sejarah adanya pemimpin perempuan Ibu Hellyana sebagai Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Secara histori Wakil Gubernur Babel 2025-2030 sudah dipercaya menjadi Anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung periode 2019-2024. Rekam jejak ini menjadi modal yang kuat atas kepercayaan masyarat terhadap beliau. Basis serta pengalaman sosok perempuan ini memberikan kekuatan menarik sebagai pasangan politik dalam pertarungan Pilkada 2024 lalu.
Telah terang benderang gender bukan menjadi halang lintang untuk bergerak membangun bangsa. Dilihat perspektif kesetaraan gender, demokrasi menjujung tinggi konsep keadilan untuk semua bidang tanpa memandang jenis kelamin. Kita hidup di era reformasi, yang membuka luas berjalannya konsep demokrasi.
Ulama kontemporer juga berpandangan bahwasannya kesetaraan gender juga bisa berjalan sesuai dengan perkembangan zaman. Menurut mereka, kepemimpinan wanita dibolehkan selama memenuhi kriteria yang adil, amanah, dan bertanggung jawab demi kemaslahatan umat.
Kepemimpinan perempuan memiliki kontribusi yang luar biasa dalam kesetaraan gender. Pemimpin perempuan tidak hanya berkontribusi dalam hal kesetaraan gender, melainkan akan menjadi sumber inspiratif pada pemerintahan yang inklusif dan merangsang kolaborasi lintas gender.
Lalu pemimpin perempuan akan lebih sensitif dalam banyak pembangunan di pemerintahan. Seperti halnya yang sedang terjadi pada hari ini, penyusutan atau efesiensi anggaran yang sedang melanda negeri ini. Ketakutan para pegawai dalam penyusutan gaji atau keterlambatan gaji misalnya.
Layaknya perempuan, kepekaan mendorong mereka untuk mengambil langkah-langkah konkret guna mengatasi masalah-masalah ini dalam urusan kelancaran berjalannya suatu pemerintahan.
Sejarah pemimpin perempuan ini, akan menjadi motivasi serta semangat baru bagi setiap orang untuk berkompetensi secara adil dan profesional. Karena persaingan sekarang tidak lagi atas nama laki-laki saja, tetapi perempuan juga memiliki hak yang sama. Dengan adanya pemimpin perempuan di Bangka Belitung bisa kita sebut “pecah telur”.
Walaupun sebenarnya pemimpin perempuan saat ini bukan hanya ada di provinsi Bangka Belitung saja, namun sudah ada di beberapa provinsi lainnya. Tidak hanya itu, kita juga mengenal sosok perempuan yang ada di Bangka Selatan misalnya, Ibu Debby Wakil Bupati Bangka Selatan yang saat ini dipercaya pada periode ke-2 sebagai wakil bupati.
