BPJS Pangkalpinang-Pemkab Bangka Jalin Kerja Sama Strategis

BANGKA, TIMELINES.ID – Dalam upaya memperluas cakupan kepesertaan dan meningkatkan jumlah peserta aktif dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan Cabang Pangkalpinang menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten Bangka dan forum CSR Kabupaten Bangka melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Program Sinergi Rekrutmen Reaktivasi Peserta JKN (SRIKANDI), Senin (21/04).

Kegiatan penandatanganan yang dilangsungkan di Kabupaten Bangka ini menjadi tonggak penting dalam komitmen bersama antarinstansi dan mitra strategis untuk memperkuat dukungan terhadap penyelenggaraan Program JKN.

Dalam sambutannya, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pangkalpinang, Aswalmi Gusmita menyampaikan bahwa Program SRIKANDI merupakan inovasi yang diinisiasi BPJS Kesehatan dalam menjembatani sinergi antara pemerintah daerah dengan pihak ketiga, terutama badan usaha, untuk bersama-sama mewujudkan perlindungan kesehatan yang menyeluruh bagi masyarakat.

Baca Juga  Oknum ASN Satpol PP Bangka Ditahan Kejari, Terseret Dugaan Pungli Penerimaan Tenaga Honorer Rp45 Juta

Program ini difokuskan pada segmentasi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang didaftarkan oleh pemerintah daerah dengan dukungan pendanaan dari pihak ketiga, seperti perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Forum CSR.

Kolaborasi ini bukan hanya sekadar administrasi kerja sama, tapi merupakan langkah konkret untuk memastikan bahwa masyarakat kita tidak terhambat dalam mendapatkan akses layanan kesehatan hanya karena persoalan status kepesertaan.

“Melalui Program SRIKANDI, kita mengajak dunia usaha untuk ikut andil dalam upaya sosial yang berdampak luas. Alhamdulillah saat ini memang baru satu perusahaan yang bergabung yaitu PT Payung Mitra Jaya Mandiri yang menanggung 30 jiwa masyarakat,” ujar Aswalmi.

Ia juga menekankan bahwa saat ini, tantangan utama dalam penyelenggaraan JKN tidak hanya pada aspek pendaftaran peserta baru, tetapi juga bagaimana mengaktifkan kembali peserta yang sudah tidak aktif karena berbagai faktor, salah satunya keterbatasan ekonomi.

Baca Juga  Anggota DPD RI asal Sulteng Ikut Bersuara, Sebut Kasus Dugaan Penyekapan Lebih Viral dari Kasus Gus Miftah

“Berdasarkan data per April 2025, masih terdapat peserta JKN non-aktif di wilayah Kabupaten Bangka yang perlu segera dilakukan pendekatan agar kembali memperoleh perlindungan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka, Thony Marza, AP menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bangka sangat mendukung program ini dan melihatnya sebagai langkah konkret dalam membangun masyarakat yang sehat dan sejahtera.

Menurutnya, kesehatan adalah salah satu pondasi pembangunan daerah, dan sinergi lintas sektor seperti yang dilakukan dalam Program SRIKANDI adalah bentuk nyata kolaborasi untuk kepentingan publik.

“Ini adalah salah satu bentuk gotong royong modern. Pemerintah, BPJS Kesehatan, dan sektor swasta bersatu demi kepentingan rakyat. Melalui program ini, kami bisa lebih cepat menjangkau masyarakat yang membutuhkan jaminan kesehatan, terutama yang selama ini belum memiliki perlindungan,” ungkap Thony.

Baca Juga  Momentum HUT ke-78 RI, Ini Pesan Syahbudi