Dengan tangan berbalut sarung tangan plastik dan semangat yang tidak kalah menyala, mereka memunguti sampah satu per satu dari plastik pembungkus makanan hingga pecahan kaca yang mengancam keselamatan.

Kegiatan dimulai pukul 14.00 Wib dan berlangsung hingga menjelang senja. Namun, waktu tak terasa berjalan lambat karena setiap langkah mereka adalah bagian dari misi yang lebih besar: merawat bumi lewat tindakan kecil yang nyata.

Tidak ada seremoni. Tidak ada panggung atau mikrofon. Tapi ada kesadaran yang tumbuh bahwa keberlanjutan lingkungan tidak bisa hanya diserahkan pada regulasi pemerintah, melainkan butuh kontribusi dari setiap individu, termasuk mahasiswa hukum yang kelak akan menjadi penjaga konstitusi dan keadilan.

Baca Juga  Tindaklanjuti Aspirasi Warga di Jumat Curhat, Polres Bangka Barat Bersih-bersih Pantai Tanjung

“Ini bukan sekadar tugas, ini bentuk tanggung jawab moral,” ujar Mawar salah satu peserta, dengan tangan masih menggenggam kantong sampah. “Kami belajar hukum lingkungan, dan hari ini kami benar-benar hidup di dalamnya.”

Di akhir kegiatan, bukan hanya pantai yang lebih bersih, tetapi juga hati yang lebih lapang. Karena kadang, tugas kuliah bisa jadi titik balik dalam memahami peran kita di dunia—bahwa hukum tak hanya berbicara lewat pasal, tapi juga lewat tindakan.