BFS Temukan 21 Spesies Anggrek saat Ekspedisi Buak Romadhon di Bangka Tengah
“Flora ini khususnya yang berada di kawasan hutan yang sudah terdegradasi akibat aktivitas mining, karena tentu akan terjadi kerusakan ekosistem termasuk tumbuhan yang ada. Kami melakukan aksi nyata berupa penyelamatan dan mengembangkannya kembali di beberapa kawasan yang menjadi pusat konservasi ex-situnya BFS,” ujar Dian.
Sementara itu, Fahmi Andika, Sekretaris BFS menambahkan bahwa di lokasi tersebut masih ditemukan berbagai spesies anggrek.
“Ada sekitar 21 spesies anggrek yang kami jumpai, di antaranya phalaenopsis cornucervi, phalaenopsis sumatrana, berbagai jenis bulbophyllum, berbagai jenis dendrobium dan lain-lain. Selain itu, tim ekspedisi juga menjumpai hoya imperialis dan nepenthes ampularia,” jelasnya.
“Sebagian besar kita temukan di pohon yang sudah mati maupun tumbang, bila tidak kita selamatkan, dikhawatirkan flora-flora cantik ini akan mati. Nantinya, akan kita tanam kembali di berbagai pusat konservasi ex-situ yang dikelola BFS yakni Kebun Daun Sinar Baru, Pulau Anggrek Elsye Lestari di kawasan Sungai Upang Tanah Bawah dan Kebun Botani Atok Man di Petaling,” kata Fahmi.
Keisya Tsabitha Ramadhani, salah satu peserta dari Merawang mengaku gembira bisa ikut ekspedisi ini. “Saya bergembira bisa ikut ekspedisi Buak Romadhon ini, kami tidak sekadar berjalan tapi menyulam harapan. Walaupun lelah, dibawah terik panas berganti guyuran hujan, menyebrangi sungai dan lokasi berlumpur tapi banyak ilmu dan makna yang kami peroleh,” kata Keisya.
“Semoga jejak-jejak kecil ini menjadi jalan panjang keselamatan untuk flora Bangka serta menjadi tambahan semangat bagi kami generasi muda ini untuk terus menyalakan lentera bagi bumi dan generasi yang akan datang,” ujar pemudi yang biasa disapa Key ini penuh semangat.
