Deddi Wijaya Apresiasi Polres Babar Bongkar Praktik Penyelundupan Pasir Timah
Terlebih, menurut informasi yang telah dihimpun DW, sapaan akrabnya, praktik penyelundupan yang dilakukan para tersangka kemarin sudah 2 kali terjadi. Pertama sebelum Lebaran 2025 lalu, dengan jumlah pasir timah kering yang diselundupkan mencapai 8 ton.
“Artinya ini sudah kerap kali terjadi dan mungkin kita tidak tahu saja. Itu yang di Mentok saja, bagaimana dengan daerah lain. Karena daerah kita ini ada 6 kecamatan dan semuanya punya laut yang menjadi pintu untuk mereka meloloskan praktik ini,” ungkapnya.
Maka dari itu, sekali lagi Deddi Wijaya mengapresiasi setinggi-tingginya Kapolres Babar, AKBP Pradana Aditya Nugraha dan jajaran atas keberhasilan ungkap kasus ini. Pasalnya, selain merugikan negara dan daerah, praktik penyelundupan ini juga berdampak ke masyarakat.
“Mengapa saya bilang seperti ini, yang jelas masyarakat kita hanya menikmati hasil yang tidak seberapa. Sedangkan mereka, para pemain-pemain ini akan semakin kaya. Jadi harapan kami, praktik seperti ini tidak kembali terjadi di kemudian hari,” ungkap Deddi.
“Kalau bisa kasus yang kemarin itu pun bisa diungkap dari hulu ke hilir siapa pemiliknya. Biar publik bisa melihat siapa yang terlibat merugikan negara dan daerah. Mari kita kawal sampai tuntas,” ujar Ketua DPD II Partai Golkar Bangka Barat tersebut.
