Apalagi kita pahami, banyak sekali lagu daerah yang dimiliki daerah ini dari berbagai pencipta lagu di Bangka Belitung.

Sudah saatnya, momentum naik kasta lagu daerah ini di rumah terhormat musik tanah air menjadi inspirasi bagi kita semua untuk berbenah dan membenahi diri mengangkat kehebatan lagu dari daerah ini ke pentas terhormat.

Bukan sesuatu yang mustahil bila lagu dari daerah ini mampu sejajar dengan lagu daerah lainnya di Indonesia.

Penulis bermimpi, suatu masa, lagu daerah dari Negeri Serumpun Sebalal ini bisa dikenal publik sebagaimana masyarakat mengenal lagu Ramko Yambe Ramko (Papua) Butet (Sumatera Utara) atau Jali-jali dari Jakarta.

Penulis bermimpi, pada suatu hari pada peringatan Hari Kemerdekaan RI di istana negara, ada lagu dari daerah Serumpun Sebalai yang dinyanyikan di sana. Bergema, menggaung, mengaum.

Baca Juga  Peluang dan Risiko AI terhadap Masa Depan Dunia Kerja

Sudah saatnya, lagu daerah Serumpun Sebalai mendapat tempat terhormat di ruang-ruang publik di negeri ini. Tidak sekadar dinyanyikan pada hari jadi kabupaten dan provinsi semata.

Shabrina bersama Wanda Sona telah membuktikannya bahwa lagu daerah ini mampu bersaing di ruang terhormat publik. Menghipnotis publik pecinta musik tanah air.

Berikutnya tugas kita semua, elemen pembangunan negeri ini untuk memberikan sentuhan nada-nada istimewa kepada notasi lagu daerah Serumpun Sebalai yang istimewa dan sangat luar biasa itu.

Di kejauhan terdengar suara merdu Shabrina.

O0ii… Bangka Belitung
Adat dijunjung turun temurun..

Menghantarkan penulis terlelap dalam mimpi indah dalam pelukan rembulan yang bersinar terang di Bangka Belitung.

Baca Juga  Apakah Pendidikan Kita Sudah Siap untuk Masa Depan?