Dan munculnya masalah kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, dan FOMO (Fear Of Missing Out) meningkat tajam di kalangan Gen Z. Tak hanya itu saja, literasi digital yang rendah  membuka ruang bagi penyebaran hoaks, perundungan siber (cyberbullying), hingga penyalahgunaan data pribadi.

Beberapa pihak berpendapat bahwa teknologi hanyalah sebagai alat, bukan penyebab utama atau akar masalahnya. Pernyataan ini benar, tetapi tanpa pendidikan digital yang kuat dan kebijakan yang diterapkan, alat ini justru bisa menjadi ibaratnya “senjata makan tuan”.

Pemerintah serta Institusi pendidikan harus aktif dan memperhatikan dengan seksama, membekali generasi-generasi muda ini dengan keterampilan berpikir secara kritis, mempunyai etika digital, dan keamanan siber yang mumpuni.

Baca Juga  Mengisi Liburan Semester dengan Kegiatan Bermakna

Dengan potensi dan tantangan yang ada, arah menuju “Indonesia Emas” sangat ditentukan oleh bagaimana cara kita mempersiapkan Gen Z hari ini.

Jika mereka mampu memanfaatkan teknologi secara produktif dan bijak, maka era digital adalah peluang emas bagi bangsa ini. Namun, jika lalai sedikit saja, bukan tidak mungkin Indonesia justru dihantui krisis sosial dan moral di tengah kemajuan teknologi.

Jadi, pesatnya perkembangan digital ini bisa menjadi jembatan menuju Indonesia Emas, asal kita tidak lupa membangun fondasi karakternya terlebih dahulu agar tidak disalah gunakan.