Komedi Tunggal Siswa SMPN 3 Payung Wakili Babel di Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Nasional
Untuk persiapan nasional, ia dibimbing langsung oleh guru bahasa Indonesia dan guru bahasa inggris di sekolah.
Festival Tunas Bahasa Ibu sendiri merupakan agenda tahunan kemendikdasmen untuk memacu kreativitas pelajar dalam menggunakan bahasa daerah sebagai media seni pertunjukan.
Kategori komedi tunggal menjadi salah satu yang paling diminati karena menuntut kemampuan komunikasi, improvisasi, dan penguasaan kosa kata tradisional.
“Ini bukan sekadar lomba, tapi bagian dari gerakan menjaga bahasa ibu agar tidak tergerus zaman. Kami mengapresiasi semangat Rosyidin yang berani tampil beda dengan mengangkat budaya kami melalui humor,” tambah Kenedi.
Dukungan pun mengalir dari masyarakat Bangka Belitung melalui media sosial. Ahmad Rosyidin diharapkan dapat mengharumkan nama daerah dan menyampaikan pesan pelestarian bahasa dengan cara yang menyenangkan.
Rosyidin akan melaksanakan lomba secara daring dengan mengirim video di FTBI Nasional. Ia berharap penampilannya tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk mencintai bahasa ibu. “Saya ingin menunjukkan bahwa bahasa daerah bisa jadi media yang asyik, bahkan untuk stand-up comedy,” tandasnya penuh semangat.
Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Nasional 2025 akan diikuti oleh perwakilan dari provinsi lain. Selain kategori komedi tunggal, terdapat juga lomba pidato, mendongeng dan pantun. Keikutsertaan Rosyidin di ajang ini menjadi bukti bahwa Bangka Belitung terus aktif melestarikan warisan budaya melalui generasi muda yang kreatif.
