Oleh: Rhea Nailah Ramadhan — Mahsiswi Universitas Bangka Belitung

Kecerdasan buatan (AI) kini menjadi perbincangan hangat di Indonesia. Teknologi ini memungkinkan mesin untuk belajar, berpikir, dan mengambil keputusan layaknya manusia. AI sudah merambah berbagai sektor, mulai dari industri manufaktur hingga layanan pelanggan, dan membawa perubahan besar pada dunia kerja nasional.

Peluang: AI Mendorong Transformasi dan Penciptaan Pekerjaan Baru

AI membawa efisiensi luar biasa. Banyak pekerjaan rutin dan repetitif yang kini bisa diotomatisasi, sehingga perusahaan dapat meningkatkan produktivitas dan menekan biaya operasional. Di sektor manufaktur, misalnya, robot AI dapat melakukan perakitan dan pengecekan kualitas produk dengan presisi tinggi.

Namun, AI tidak hanya menggantikan pekerjaan lama, tetapi juga menciptakan peluang baru. Menurut laporan World Economic Forum (2020), meski sekitar 85 juta pekerjaan diprediksi akan hilang secara global pada 2025 akibat otomatisasi, AI juga diperkirakan akan menciptakan 97 juta pekerjaan baru yang relevan dengan era digital. Jenis pekerjaan baru ini meliputi spesialis AI, analis data, pengembang perangkat lunak, hingga profesi kreatif yang memanfaatkan AI sebagai alat bantu.

Baca Juga  Hukum Jaminan sebagai Pilar Kesehatan Ekonomi dan Perlindungan Hak Kreditur di Indonesia

Transformasi ini juga mendorong pekerja Indonesia untuk meningkatkan keterampilan digital dan beradaptasi dengan perubahan. Dunia pendidikan dan pelatihan kerja kini mulai mengintegrasikan materi AI dan teknologi digital agar lulusan siap bersaing di pasar kerja yang baru.

Ancaman: Risiko Otomatisasi dan Kesenjangan Keterampilan