Ia mengatakan selama ini persoalan pendangkalan di alur Muara ini tidak pernah tuntas. Semoga ada titik terang dengan dengan duduk bersama pihak-pihak terkait, termasuk pemilik IUP.

“Kita akan bahas bagaimana keselamatan nelayan, kapal bisa masuk dan pasir yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

“Ada 3 IUP yang tumpang tindih dan anggaran pemda tidak ada. Jadi bagaimana solusinya pemda akan meminta PT Timah dengan keikhlasan hati agar dapat membiayai melalui CSR nya sehingga rakyat tetap bisa menambang hasilnya bisa dijual ke PT Timah dan nelayan tetap bisa melaut,” tambah Hidayat Arsani.

“Kita akan selesaikan dengan waktu sesingkatnya agar rakyat atau nelayan tidak lagi demo. IUP yang tumpang tindih bisa kita geser dan saya akan panggil perusahaan. Jika tidak datang akan saya geser izinnya. Intinya semua akan kita selesaikan dengan musyawarah mufakat,” tutup Hidayat.*

Baca Juga  DPS Pemilu Kabupaten Bangka Capai 233.028 Pemilih