“Tentu pelayanan bagi masyarakat adalah prioritas, apalagi ini tentang pendidikan. Maka seizin Bupati Algafry, kami mengalihkan bus pegawai, jadi bus sekolah dan tidak lagi mensubsidi bus pegawai, yang kami usulkan untuk naik angkutan biasa saja,” tuturnya.

Ia menilai, pegawai yang berdomisili di Pangkalanbaru masih bisa naik bus swasta yang memang setiap hari beroperasi untuk mengangkut penumpang.

Namun, untuk anak sekolah, bus kadang tak bisa menampung secara keseluruhan dan biayanya cukup mahal untuk kalangan pelajar.

“Pegawai sudah kami himbau untuk naik angkutan swasta saja. Mereka juga masih bisa naik bus sekolah kalau memang ada yang searah. Namun, pastinya hanya yang dekat-dekat saja, mengingat bus sekolah hanya berlaku antar kecamatan saja,” tuturnya.

Baca Juga  Tragis, Warga Ranggas Tewas Tabrak Tiang Trotoar di Jalan Kenangan Atas Koba

Fani juga mempersilakan, jika ada koperasi angkutan umum swasta yang ingin menyediakan bus untuk pegawai dan bekerja sama dengan pihaknya.

“Kalau ada investor atau koperasi angkutan yang mau menyediakan bus pegawai, kami membuka peluang tersebut. Ini bisa menguntungkan semua pihak. Pegawai difasilitasi, bus sekolah nambah dan pastinya perekonomian juga jalan. Jadi, silahkan pelaku usaha angkutan mengajukan diri kepada kami,” imbuhnya.